Kota Madiun,  Masih dalam rangkaian kegiatan syiar ramadhan MTsN Kota Madiun menggelar berbagai macam kegiatan untuk mengisi bulan yang penuh berkah ini. Seperti tidak ingin kehilangan momen penting ini Kepala MTsN Kota Madiun Bambang Wiyono  meluncurkan berbagai kegiatan untuk meraih keberkahan dengan memperkuat ukhuwah antar sesama, menjunjung tinggi toleransi, memperbanyak ibadah dan selalu mengasah kemampuan diri dengan  berliterasi.

Dari sekian banyak kegiatan yang telah dilaksanakan  digagas oleh Bambang Wiyono, salah satu kegiatan yang tak kalah penting dengan kegiatan lain adalah kegiatan Literasi Madrasah ( Madrasah in Literat) Kegiatan ini merupakan implementasi dari  gerakan literasi madrasah. Wujud kegiatan ini dalam bentuk “NUBAR” (NUlis BAReng). Dalam kegiatan ini Bambang Wiyono menggandeng seluruh warga madrasah untuk melek literasi. Mengajak guru dan karyawan MTsN Kota Madiun untuk mengungkapkan ide, gagasan, pendapat mereka melalui tulisan dan mengurangi budaya bertutur dan perlahan memasuki era baru budaya literasi. NUlis BAReng ini diisi oleh tulisan guru dan karyawan MTsN Kota Madiun, hasil tulisan  NUBAR akan diterbitkan dalam bentuk buku, sebagai  karya guru dan karyawan yang diharapkan  dapat meningkatkan minat berliterasi warga madrasah. Kegiatan NUBAR ini juga melibatkan siswa dan siswi MTsN Kota Madiun. Mereka antusias menyambut gerakan NUBAR,  hal ini terbukti dengan diterbitkannya dua buku kumpulan cerpen yang berjudul “ Antologi Cerpen Aku Bisa” dan “Antologi Cerpen Spirit Berkarya” kedua buku ini berisi cerpen karya siswa, sebagai bentuk kesungguhan mereka menyambut gerakan literasi madrasah.

Koordinator dari Kegiatan “NUBAR”   Khoirul Anam mengatakan bahwa literasi merupakan suatu kegiatan yang membudidayakan gerakan membaca dan menulis. Literasi merupakan suatu kemampuan dari individu untuk dapat menggunakan potensi serta keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis. Literasi ini banyak sekali manfaatnya antara lain  melatih diri untuk terbiasa membaca dan melatih kemampuan  menyerap informasi. “ Kemampuan menulis itu berbanding lurus dengan kemampuan membaca” ungkap Khoirul  Anam. (nnk)

Salam literasi