Madiun (MTsN Kota Madiun), program kegiatan Adiwiyata yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bukan perlombaan melainkan suatu program yang bertujuan mendorong terciptanya pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Proses kegiatan Adiwiyata  tidaklah mudah, butuh proses yang panjang, berkesinambungan dan butuh kerjasama semua pihak. Penilaian Adiwiyata ada beberapa tahapan mulai  seleksi administrasi, penilaian dokumen dan verifikasi lapangan.

Persiapan MTsN Kota Madiun menuju sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur dimulai sejak lolos penilaian tingkat kota  dengan melakukan kegiatan sosialisasi RPP berbasis “SEKAK”,  melakukan pembenahan dan menambahkan berbagai macam kegiatan kelompok kerja (pokja) Adiwiyata guru maupun kader siswa, pembenahan sarana dan prasarana  pendukung dan masih banyak kegiatan lainnya. Walau dalam masa pendemi Covid-19 seluruh koordinator dan anggota maupun kader  pokja  di MTsN Kota yang terdiri dari 16 pokja dibawah komando Innaha Ni’mah sebagai ketua program Adiwiyata, penanggung  jawab kepala MTsN Kota Madiun Bambang Wiyono, dan seluruh wakil kepala madrasah saling bahu membahu mensuksekseskan kegiatan verifikasi lapangan (Verlap) Adiwiyata Tingkat Provinsi.

Kegiatan verlap Tingkat Provinsi Jawa Timur di MTsN Kota Madiun pada hari Selasa, 21September 2021 dihadiri  oleh Ketua Komite MTsN Kota Madiun, Pengawas  Tingkat MTs Kota Madiun, Tim Penilai dari DLH Provinsi  Jawa Timur dan DLH Kota Madiun. Seluruh koordinator Pokja yang hadir dengan semangat menjawab  pertanyaan dan menceritakan alur kerja di tiap-tiap pokja.

Fauzi Bachtiar selaku tim verivikator dari DLH Provinsi sangat terkesan  pada saat berkeliling melihat kondisi sesungguhnya yang ada di MTsN Kota Madiun. “Sebetulnya di MTsN Kota Madiun banyak inovasi yang tanpa sadar sudah dilakukan tetapi belum dimasukkan dalam dokumen penilaian atau macro excel,” ungkap Fauzi Bachtiar.

Bambang Wiyono berharap semoga MTsN Kota Madiun lolos  Adiwiyata Tingkat Provinsi lanjut ke  Tingkat Nasional. “Sejatinya Adiwiyata adalah pembiasaan bukan perlombaan, butuh pembiasaan dan kepedulian untuk kelestarian lingkungan, “ungkapnya. (ers)